Menjelang Peringatan Hari Besar Islam 1441H(1Suro),Warga Desa Kertomulyo Tak Mau Makan Dirumah…

Kabar Desa LINGKUNGAN

Kertomulyo.desa.id – dalam Peringatan Hari Besar Islam1 Suro dalam kalender masyarakat Jawa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tahun Baru Islam 1441 Hijriah atau 1 Muharam.  1 Suro 2019 jatuh pada hari Minggu. Kami Segenap Pemerintahan Desa Kertomulyo mengucapakan Selamat Tahun Baru 1441 Hijriyah. Pj.Kades Kanafi berharap “semoga ditahun 1441 H kita bisa lebih baik dalam segala kabaikan”.

             Barian malam 1 suro warga desa kertomulyo

Makna malam 1 Suro memang banyak berisi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tradisi budaya Jawa, pada dasarnya hal tersebut dilakukan sebagai bukti kekayaan Indonesia yang beraneka ragam dan perlu untuk dilestarikan. Berikut ini informasi tentang malam 1 Suro yang dirangkum dari berbagai sumber.Suro dimaknai sebagai bulan pertama dalam sistem kalender Jawa-Islam. Penyebutan kata ‘suro’ untuk orang Jawa bulan Muharam dalam kalender Hijriah.Kata tersebut berasal dari kata ‘Asyura’ dalam bahasa Arab dan dicetuskan oleh pemimpin Kerajaan Mataram Islam, Sultan Agung.
Namun Sultan Agung masih memadupadankan penanggalan Hijriah dengan tarikh Saka, dapat dibuka bersama dengan umat Islam dan menyatukan masyarakat Jawa yang terpecah saat itu dengan kaum Abangan (Kejawen) dan Putihan (Islam). yang biasa dilakukan oleh umat Islam didesa kertomulyo, contohnya seperti melakukan puasa sunah (Asyura dan Tasu)barian (syukuran makan bersama).seperti tadi malam gelar slametan dimasing-dukuh dukuh rt mau pun Rw.begitu unik nya slametan istilah bahasa jawanya (sego kendel ) dihiasi lauk pauk tempe,tahu,kluban dll.setelah berdoa bersama semua duduk bersadingan tidak ada perbedaan antara orang kaya orang miskin,penjabat dan rakyat semua jadi satu walupun ajang makan beralasakan daun pisang terlihat guyub rukun.Drumban Sekolah MI NU 7 Desa Kertomulyo

Karna warga desa kertomulyo mayoritas umat muslim setiap tahun menjadi ageda rutinitas merayakan hari besar Islam yang merupakan bentuk peringatan terhadap berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam. Perayaan hari besar tersebut ditandai dengan beberapa kegiatan ibadah, seperti pengajian simak alquran 30 juz di beberapa tempat seperti mushola dan masjid didesa kertomulyo,  pawai taaruf diikuti peserta anak – anak mulai TPQ,MDTU,MDTW.dan dimeriahkan dengan  grub Drumband sekolah MI NU 07 Desa Kertomulyo, dantak kalah penting yg jadi momen penting kegiatan pemberian santunan yatin piatu,acara ditutup malamnya dengan pengajian umum pembicara KH.Imam Qosim dari Singorojo.

Dipublikasikan 01/09/19.(Zamal)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar Anda